martedì 3 aprile 2012

Write-less




I feel like I want to write something..
But I'm so speechless..
Even write-less..

domenica 20 marzo 2011

Lehel Kovacs was right..

I need a vacation... :(



illustration by Lehel Kovacs

--

Zara in Italy

Yang gw maksud bukan ini..
il duomo di Zara

Maupun ini... hehe
Reflection il Duomo

Tapi ada yang lebih menarik sodara-sodara....
Apakah itu??


What i'm trying to share is this (taken by my mom when she was in Italy a few months ago),,
arte zara

this.. (baca : Jalan Zara ^__^)
viale zara 1

this... (di metro map)
metro zara map

and this... (metro entrance)
zara metro entrance

and also this.. (metro station)
zara metro exit

and again... (yaaaa,, begitulah)
viale zara 2


Ternyata... begitu besar dedikasi Itali buat gw.. hahaha..
Dan semoga suatu saat gw benar2 akan berangkat ke Italia,, dan membuat liputan dahsyat di blog ini... Amiin...
Thanks for the shoot Mom!!

---

martedì 15 marzo 2011

Apa kabar sayur?

Sudahkah Anda makan sayur hari ini?

Walaupun klise, ini pertanyaan kuno yang hampir terlupakan..
Sayur bagian dari teori 4 sehat 5 sempurna, dan salah satu dari 5 essential foods everyday..
Ah sebenernya sih gw cuma pengen share foto2 penjelajahan gw pada suatu pagi di tukang sayur keliling tempat nyokap biasa belanja sayur..
Tukang sayur ini menggunakan mobil pick up gitu, nah sayurnya dijajakan di gerobak bagian belakangnya deh..
Sistemnya, masing2 pembeli dikasih keranjang putih persegi panjang (biasanya buat package jeruk / lengkeng tuh), nanti belanjaannya dikumpulin di situ.. Fungsinya sama persis dengan shopping cart di swalayan lah...
Trus baru deh setelah bayar diplastikin..
Selain sayur, dijual juga bumbu racik dan teman teman pelengkap masakan para ibu..
Gw dan nyokap langsung ngembat kangkung buat ditumis dan dimasak Balacan.. mantab bukan?

The stall
veggie stall

Kangkung
kangkong

Cauliflower
cauliflower

Corn and the flies
corn and flies

Kacang panjang dan seledri
seikat

The Great Brokoli
brokoli

Sawi Ijo
sawi ijo

Wortel
wortel

and whooppsss ! :p
pete

Jangan lupa makan sayur yaaaah ! :)


-

mercoledì 27 ottobre 2010

Lupakan Palermo


Lupakan Palermo! Setelah membacanya, Anda akan bilang : ngga mungkin! Judul ini benar2 anti aksioma, tidak mungkin untuk dilakukan.. tidak mungkin kalau saja Anda adalah Reno.
Dari sekian padat deskripsi yang disajikan oleh mas Gama dan mas Adhit, mustahil si Reno bisa melupakan kota di Sicilia itu.

Review ini adalah review telat banget. Udah ada di draft sejak Oktober 2010, tapi sebelum sempat diselesaikan, banyak kesibukan yang membuatnya harus tetap berada di draft blog ini untuk waktu yang lama.

Dan dalam kurun waktu 3 bulan, ternyata udah banyak yang nge-review buku ini. Ada yang bilang ini romansa datar dengan bumbu kota eksotis. Ada pula yang ngga dapet esensi dari buku ini. Yang lainnya sepakat bahwa covernya oke dan ceritanya menarik. Bahkan ada yang ingin membuang satu bab dalam buku ini.. Macem-macem deh..

Bagi gw, cover-nya kalah menarik dari judulnya. Jauh banget! If i would buy a book by its cover, then I surely won't buy this book. Cukup soal cover.

Perlu ditelusuri kenapa gw pengen beli buku ini, pengen cepet2 baca, dan pengen ngabisin nih buku (mulai barbar). Adalah Ciao Italia yang menyulutnya. Kalo sebelumnya udah pernah baca Ciao Italia-nya Gama Harjono, niscaya Anda akan menemukan esensi dari buku ini.

Intinya adalah pengalaman imajinatif yang bisa menerbangkan Anda dari Indonesia ke Italia tanpa pesawat.. Anda akan cepat berada di Italia begitu membaca halaman pertama. Lanjut ke halaman kedua, ketiga, keempat, Anda akan lupa pernah menginjakkan kaki di negeri maritim bernama Indonesia (ok ini lebay :p). Gw percaya Gama dan Adhitya bisa menjelaskan Italia dengan rapi dan mendekati sempurna. Terlebih ini Sicilia.. Ngga semua orang bisa dapet kesempatan pergi ke pulaunya Don Corleone di The Godfather..

Gaya penceritaan yang ringan dan jujur
deskripsi yang kental membiarkan Anda mengerti bahwa Italia benar benar masih diselimuti bayang bayang mafioso.. dan pergerakan anti mafia yang minim pun sangat diperhitungkan, dan berusaha dibungkam...
Bahwa The Rolling Stones adalah pemenang sejati di negara manapun...
Bahwa AC/DC juga siap menjadi tandingannya di telinga anak muda Italia...
Dan bahwa generasi muda Italia tidak akan lupa dengan budayanya sendiri,,, karena mereka masih menikmati Jovanotti, melakukan dansa pirouette dan trantella di piazza Garibaldi..
Bahwa ada sebutan khusus bagi tipikal orang yang memiliki kepribadian unik yang bisa berbalik 180 derajat..
Bahwa penulis kerap kali memasukkan potongan lirik lagu, jadi kayak selalu ada soundtrack di setiap scene..
Dan 'bahwa' 'bahwa' lainnya yang akan memberi impresi tersendiri pada pengetahuan Anda..



Kalo ditanya favorite line from the book?
Tentu saja....

L’amore non è se non ti fa soffire.
Cinta bukanlah cinta bila ia tak membuatmu menderita.

Hihi...
Anyhow, I believe you'll get positive lesson or at least knowing something new from this so called travelling novel..

Enjoy!



The Picture

the picture

domenica 21 marzo 2010

What Consumer Buys

what buy

domenica 14 marzo 2010

Sweet Escapism

IMG_4834 escapism

It was something
It was an escape
It was sweet
It was pleasant
It was solemnly beautiful
It removes any rigors you have

But
It was short
It was out
It was awful
It was just it
There will never be something more

"I know nothing about all them, but i enjoy that moment. Thank you for the sweet escape.God i wish this wasn't just an escape, because i failed to make it just an escape."

lunedì 16 novembre 2009

Dear Zachary In Demand

Ada yang punya film ini kah??? Udah agak lama gw nyari-nyari ga dapet...
Masa sih penantian gw cuma berakhir di trailer youtube...
Gak menjamin filmnya bagus banget sih,,cuma si Kurt Kuenne yang merancang segala-galanya di film ini sepertinya meyakinkan, buktinya mendapat awards berikut :
  • Best Documentary nominated by Chicago Film Critics Assosiation
  • Sigma Delta Chi Award for Best Documentary presented by The Society of Professional Journalist
  • Special Jury and Audiences Awards at Cinequest Film Festival
  • Audience Awards at the St. Louis International Film Festival & Sidewalk Moving Picture Festival
  • Best Documentary (again) at the Orlando Film Festival
Dan poster film nya ini lucu banget......... :)

dear-zachary-poster-fullsize

Kate Moss & Albro









Familiar with this brand? Then I'll let you know that I'm quite a huge fan of the font. This was Moss' first line of clothing and other projects in the pipeline; let say perfume. Her image sealed by an identity mastermind, Peter Seville, in collaboration with typographer Paul Barnes.

Seville admited that it was quite difficult to find the right font for the word "Moss", to build an identity that is popular but quite boho. Then Barnes suggested one font that might be suited to their needs. He suggested a variation of ALBRO, a typeface by Alexey Brodovitch, a legendary art director of Harper's Bazaar from 1934-1958.

So this is the sample of Albro. Unfortunately, looks like the font is out of business - not for free uses. :(

venerdì 13 novembre 2009

Sam Ratulangi Traffic Jam

Ini adalah bukti nyata bahwa Jakarta kemarin hujan lebat dan mengakibatkan beberapa tempat seperti Wahid Hasyim dan Sabang tertimpa banjir, juga beberapa pohon tumbang ataupun sekedar miring-miring. Untungnya saya nggak lewat tempat-tempat tadi. Tapi tetap mengalami efek hujan kemarin, yaitu macet totalnya Jakarta. Gokil, 2 setengah jam kena macet. Tiba-tiba terlintas ingin mengendarai mobil matic. Hwwwwhhh. Tapi sepanjang perjalanan kemarin siang-sore, saya sadar bahwa Jakarta baru indah kalo lagi hujan(jangan lebay tapi hujannya)- sejuk, bersih, segar. Seperti di foto ini, asli kemarin rasanya dingin dan segar banget!

IMG_4502scape

giovedì 12 novembre 2009

Welcome - France Again!

Pathetically tragic! I couldn't say any words else while watching the ending. It was such an ending! Well done Philippe Lioret... And it's France's. Again. *clap hands*

welcome

mercoledì 7 ottobre 2009

Iseng-iseng tak berhadiah

img004

membayangkan apartemen kuno di tengah kota di Eropa sana..
ah mulai mengkhayal tak menentu. hahaha.

Sebenernya sih ini proyek iseng di saat tiba2 gue melihat adik laki2 gue yg baru masuk kuliah frustasi sambil memegang selembar kertas menuju tempat sampah. Lalu dia hendak membuang kertas itu. Gue bertanya "apaan tuh?". Dia bilang itu gambar yang gagal. Lalu gue cepat2 mencegahnya untuk membuang2 kertas itu. Alasan global warming nyangkut di otak gue. Tapi setelah liat gambarnya yang masih sketsa dan cat air biru baru saja membasahi sebagian langit di gambar itu, tiba-tiba gue punya alasan lain untuk mencegah adik gue membuang kertas itu. Jadilah gue iseng-iseng berubah menjadi seniman sehari (sejujurnya sih ga nyampe sejam). Dan gue menyimpulkan bahwa hari itu gue berjodoh dengan si kertas yang hampir ilang nyawanya karena dibuang dan ternyata dia bukan jodoh adik gue.

Orange Buddy, get happier!

Hey There, please meet Orange Buddy. It always smiles, but look at its eyes, looks sad. I'm afraid you, me, and other people were in the same position with Orange Buddy. No,no I hope not. But have we ever wish to be happier than that? Even just to wish and pray. Think of it.


img007

Jangan Nyampah

Menemukannya saat bongkar-bongkar peti ajaib di kamar. Kira-kira setahun lalu mendapatkannya dari seminar yang diadakan di kampus. I'm sure it'll be more usefull here than to be slipped somewhere in my magical box. Hoho :)

no styrofoam

never litter


venerdì 14 agosto 2009

I think I lost her




*Sigh.

mercoledì 12 agosto 2009

LITTLE ASHES




Kalo gw ngefans sama Mr.Pattinson, mungkin gw akan ilfil liat dia di film ini. Untungnya gw bukan fans dia. Adegan berbau homoseks di film ini bukan lagi dapat tercium, namun sangat terlihat dengan adanya adegan kissing antara Salvadr Dali (Robert Pattinson) dan Federico García Lorca (Javier Beltran).

Film ini bercerita tentang perjalanan Salvador Dali saat memasuki asrama pelajar di Madrid dan mulai belajar di sekolah seni, Academia de San Fernando. Di residencia (asrama), ia bergaul dengan Luis Bunuel yang aktif dalam menyutradarai film dan Frederico Garcia Lorca sang puitis. Tingkah eksentrik Dali memang sudah terlihat sejak usia belia. Pada saat-saat inilah Dali mulai bereksperimen dengan kubisme, dan menginspirasi banyak seniman lain, sampai akhirnya menjadi pelukis di aliran surealis.

Tapi kalo menurut gw, film ini jelas hanya ingin menyoroti sisi "lain" Dali, yaitu hubungan rahasianya dengan Frederico, yang pada saat itu sudah punya kekasih wanita. Dari mulai ia menyadari bahwa ia jatuh cinta pada lelaki itu, sampai mulai menjalin hubungan yang lebih intim. Frederico dikesankan menjadi seseorang yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup Dali. Ia yang pertama kali mengapresiasi karya-karya Dali saat baru pindah ke Madrid. Konflik dimulai saat pacar Frederico mengetahui rahasia memalukan antara Frederico dan Dali. Segalanya berkembang semakin rumit, hingga mereka hanya punya satu jalan yang cukup menyakitkan.

Pada intinya, film based on true story ini lumayan membuka cakrawala dan mengenal kehidupan seorang Dali atau yang lebih makro, kehidupan generasi muda di Spanyol masa pra & pasca perang dunia I. Dan jangan kaget kalau ending film ini tidak seindah ending Cinderella ataupun Pretty Woman. Namanya juga based on true story....

Sayangnya di film ini nggak disorot bagaimana Dali terinspirasi oleh sesuatu atau seseorang dalam membuat karya-karyanya yang fenomenal selain lukisan. Atau juga bagaimana Dali sampai bisa memelihara kumis melengkung a la flamboyan yang ia populerkan itu. Tapi katanya sih beliau dapet influence dari Diego Velasquez, pelukis terkenal Spanyol. Di film ini juga tidak diceritakan bagaimana ia bertemu dengan Sigmund Freud, perjalanannya di dunia teater, ataupun keterlibatannya dengan Walt Disney. Anyhow, anda pasti bisa dapet sesuatu dari secuplik kehidupan seniman edan nan complicated sepanjang sejarah ini. :)

giovedì 30 aprile 2009

Almost Lost : Blue Card

Kamis, 30 April 2009. Nampaknya akan seperti hari-hari yang biasa saja. Tapi gw salah. Hari ini ada peristiwa yang tidak biasa namun bisa dianggap biasa2 saja karena predikatnya mungkin tidak "Wah" atau "Yah", tetapi malah bisa jadi "Wahahaha" atau bahkan "Yah elaaah". Dan kalo kata pepatah "Fools makes the same mistakes when he get fall into the same deep damn hole twice," maka gw bukanlah termasuk di dalamnya, karena jatoh ke lobang yang berbeda. Haha.

Jadi tadi siang sekitar jam 1 gw berangkat ke kampus. Masuk kampus harus bayar 2000 karena gw udah gak nempel stiker langganan lagi smester ini. Oke, gw jalanin walaupun terbilang gak hoki karena ketemu tukang karcisnya bukan si mbak2 cantik nan baik hati ato si Emod kumis yang bermurah hati untuk langsung memberikan si 'kartu biru' berlambang makara sebagai tanda masuk parkir mobil. Bayar 2000, otomatis dapet kartu biru berbahan plastik dan secarik kertas kuning kalo nanti mau masuk lagi biar gak bayar.

Gw ke kampus buat ngembaliin buku dan minjem buku. Satu dari perpus dan satu lagi dari temen. Jam 2an gw udah bisa pulang sebenernya, tapi ke kober dulu dengan niat beli dvd kosong. Tapi ujung2nya ke ujung gang Sawo itu buat beli dvd film. Sampe sana gw ngiler liat beberapa film, tapi mengingat skripshit belom kelar juga, niat diurungkan. tapi ketika niat hendak diurungkan, si mas dvd langganan gw itu bilang kalo besok harganya naek jadi 8 rb satu kalo 2 jd 15rb. Waduh,,,,,niat tidak jadi diurungkan sodara... Langsung gw samber film2 tadi.

Dan,,pas buka dompet,, twew! Duit gw seribuan beberapa lembar saja. O no! O no! (baca:o tidak; bukan : ono noh!) Saat itu dengan lebay gw sok ber-feeling kayaknya hari ini gw bakal tersandung kecil-kecilan pada beberapa hal yang akan gw jalani. Nah ini dia yang salah. Sok ber-feeling! Sok ber-spekulasi pikiran pula!

Untungnya ada temen gw si Bowo yang bak malaikat meminjamkan uangnya buat kepentingan tidak penting gw itu. Ya ampun. Keji banget ga sih gw? Oh, tentu tidak. Sebab ternyata gw baru inget dia juga nitip foto kopiin buku yang gw pinjem seharga PAS BANGET dengan harga dvd-dvd yang gw beli saat itu. Impas Bow! Thx anyway.

Abis dari kober, gw berniat ngambil duit di atm. Maka gw ke atm yang masih berlokasi di dalam lingkungan kampus. Gw pilih mipa. Pas ama bank gw. Meski jauh dari fakultas gw. Di bilik atm yang dingin dan harum, gw teringat bahwa gw harus transfer uang ke nyokap. Baiklah. Setelah masukin nomor pin, tiba2 atm-nya bilang bahwa gw harus ganti pin. Waduw. Alhasil gw cek ke orang bank-nya, katanya emang lagi ada pergantian digit nomor pin. Singkat cerita, masalah per-pin-an selesai, transfer kelar walaupun dengan bolak balik atm-bank-atm.
Tapi apa yang lupa sodara2??? Yak benar. Lupa ngambil duit. Dan gw baru sadar ketika dalam perjalanan pulang untungnya masih di dalam lingkungan kampus, tapi udah jauh dari mipa. O no! O no!

Yang ini gw coba selesaikan dengan "yaudahlah,besok kan bulan baru. Hehehe".
Tapi nasib berkata lain.
Sesampainya di gerbatama gw mo nyerahin kartu parkir yang berwarna biru toska itu ke satpam, dan gw meraba2 tempat dimana gw biasa meletakkan kartu itu. Tiba2 nihil. Waduw. Kemana pula itu kartu. Dengan sok tenang pas giliran gw buka kaca jendela, senyum manis ke satpam, dan berkata "Pak, belom ketemu nih kartunya. Bentar ya.."
Gw minggir ke kiri. Si satpam jalan kaki ngikutin dimana mobil gw merapat. Tampangnya datar banget. Gw mulai kelabakan nyari2 itu kartu di manapun yang bisa gw cari. Namun hasilnya Nol!!!! O no! O no!

"Kalo ilang gimana pak?"tanya gw.

"Denda 50 ribu Mbak" jawab satpamtampangdatar.

O no! O no! Busyeee adanya seribuan 5 lembar di dompet gw ini..

"Kalo nggak Mbak cari dulu aja"

"Kayaknya gak ada nih pak, duit juga ga ada"

"wah gimana ya Mbak..."

"Coba saya masuk lagi deh ke dalem, ambil duit dulu."

"Oke, tapi KTP Mbak-nya saya tahan dulu ya"

"Iya sip"

"Nanti mintanya KTP aja pas masuk, jangan kartu"

"Okeh"

Pasrah dah gw...

Prosedur berjalan seperti yang sudah dibicarakan pada dialog sebelumnya. Gw memasuki lingkungan kampus lagi dengan muka ungu sambil meminta KTP di loket karcis masuk kampus. Terheran2 dimanakah kartu itu berada saat ini. Usaha mencari di mobil sudah maksimal. Gw cuma bisa pasrah kepada Allah swt dan mulai nyebut kalimat tasbih dan salawat nabi, sambil berharap itu kartu nongol ke permukaan di depan mata gw.

Next destination tentunya ATM, tapi kali ini lebih dekat, di psikologi. Berhasil ambil duit buat denda yang sebenarnya kurang ikhlas jika harus gw serahkan. Hix. Tapi pas keluar psikologi, gw tiba2 pengen balik ke tempat dimana gw hari ini parkir. Lalu menapaktilasi kemana aja hari ini gw berjalan kaki. Siapa tau bertemu si kartu biru.

Dan bener aja... dalam upaya pencarian, si kartu biru toska mencuat dibalik rerumputan hijau deket fakultas gw. Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw berhasil berhasil berhasil hore! (dgn aksen dora)

Rasanya pengen sujud syukur, tapi kan konyol di tempat umum, di rerumputan pula, banyak orang pula. Akhirnya gw balik lagi ke satpamtampangdatar dan memasang senyum segembira mungkin bahwa gw gak jadi nyerahin 50rban gw ke tangan dia. Hahaha. Sori brur.
Dan gw berhasil keluar kampus dengan lega sambil nyengir lebar.

Next destination is photo copy deket rumah. Berniat moto kopi buku temen menjadi 3 kopi, satu buat dosen pembimbing yang nitip, satu buat bowo yang nitip juga, satu buat gw. Sampe sana, mas-mas foto kopi-nya bilang,

"wah mesin kita udah tua, moto kopi yang warna ginian kurang nyata"
Sebabnya lembaran2 dalam buku itu ada yang background-nya berwarna. Pas di-tes selembar,,emang bener kurang kereng warna tulisannya jadinya. Tapi beliau kemudian ngasi saran buat ngopi di tempat kopi digital di perempatan. Lagi-lagi tempat yang baru tadi gw lewati akan menjadi next destination gw.

Aaaargh.....

Akhirnya gw balik lagi ke perempatan untuk ngopi tuh buku.
Sambil berharap fenomena "bolak balik" gw hari ini akan segera berakhir.

Setelah gw inget2, hari ini gw menjalani kekonyolan fenomena "bolak balik ke tempat yang sama gara2 tersandung hal kecil yang cukup menyita waktu dan bikin gerah" adalah sebanyak 3 kali. Itu setelah gw sok ber-feeling waktu kehabisan duit buat beli dvd.

Jadi, pesen gw adalah :

1. Ucapkan salawat nabi atau tasbih ketika anda sedang kehilangan barang dan mencarinya. Or even when you have no idea where the heck it is. Niscaya Allah swt akan selalu membantu hambanya bahkan di saat terakhir pun.

2. Kepanikan disertai muka ungu, ijo, apalagi biru tidak akan membawa anda pada penyelesaian masalah. Maka berusahalah tenang dulu dan tarik napas sebisa2nya agar relax sejenak.

3. Jangan sok ber-feeling, berintuisi, bernujum, dan sebagainya tentang kesialan yang akan menimpa anda hari ini, besok, dan masa depan. Tetaplah optimis dan berdoa.

Sekian.

*****

martedì 21 aprile 2009

Name Nome

Killing few times for an "oh very unessential" thing to do with facebook.. playing with NAME GENERATOR on Facebook. But maybe IT IS how Facebook remains different from the others.. Hohohoho... Anyhow,,it's fun to know what are my other fake names beside my real name.. :D

Princess Name : Zara the Tough, Princess of Vaniria

Teddy Bear Name : Shaggy Little Bear

Hippy Name : River Rain

Pirate Name : Captain No Beard of the pirate ship Rusty Bottom

Leprechaun Name : Underpants O'Reilly

Smurf Name : Hypochondriac Smurf

Royal Name : Earl Zara the Talented

Italian Name : Giuseppe Mancini

Presidential Code Name : Hotshot

Spring Fairy Name : Iris Lake-Mist

Mafia Name : Tony the animal Lucchese

Cowboy Name : Slim 'Pink-Chaps' Calhoun

Ninja Name : Mad Assassin

Soap Opera Name : Romeo Howard

Villainess Name : The Souless She-Devil

Drag Queen Name : Rosie Cheeks

Cajun Name : Jean Pierre Couvillion

Barbie Name : Hippie Barbie

Witch Name : Selena the Wooden Legged Witch

Superhero Name : The Charming Mime



What are yours???

mercoledì 8 aprile 2009

Dia Bermimpi



Dia mimpi anak-anak sekolah lagi
Nasi kerak berubah spaghetti
Pohon asem berbuah cherry

Dia mimpi rumahnya berdiri di hadapan
di atas pulau perawan
di tengah laut penuh ikan

Dia mimpi pelabuhan kembali ramai
Pasir-pasir berlimpah di pantai
Berdatangan saudagar saudagar lihai

Dia mimpi hampir ngigau
Tertawa tawa tapi parau
Ia pikir tanah ini ladang tembakau

Sebab negeri ini telah dibingkai
Tiap detiknya kini diintai
Ingin melawan, tak ada perisai

Aku ingin teriak
Tolong dia, Nak

Bangunkan dia dari tidurnya
Tapi pastikan dulu dirimu terjaga
Tanda engkau sudah dewasa

Jika dia bangun tolong bilang
Negeri ini penuh hutang
Bukan tempat mengeruk uang

Ini memang jalan panjang
Tempat kita akan berjuang

*untuk generasi muda kita